Doraemon bersiap menyapa penggemarnya via film terkininya berjudul Stand by Me Doraemon. Film produksi Jepang berformat 3D dan masih bersetia pada genre komputer animasi ini, diangkat dari serial manga Doraemon karya Fujiko Fujio, yang kali ini disutradarai oleh Takashi Yamazaki dan Ryu-ichi Yagi.
Dalam versi animasinya, Takashi Yamazaki Dan Ryu-ichi Yagi melibatkan sejumlah pemain dan penyulih suara seperti Wasabi Mizuta, Megumi Ohara, Yumi Kakazu, Tomokazu Seki, Subaru Kimura, Yoshiko Kamei, Chiaki, Vanilla Yamazaki, Shihoko Hagino dan beberapa nama lainnya.
Sedangkan penggarapan musiknya dipercayakan kepada Motohiro Hata dan Naoki Sato. Apakah versi film terkininya itu, sanggup meraup sukses sebagaimana serial versi layar kacanya? Masih menjadi tanda tanya besar. Karena, medium layar kaca dan layar lebar adalah dua hal yang berbeda. Dan durasi layar lebar, sebagaimana acap dikatakan para kritikus film, mengkonsekwensikan pemampatan cerita, menjadi tantangan tersendiri.
Tapi pihak Fujiko Movie Studio selaku rumah produksi penghasil film Stand by Me Doraemon, tetap meyakini akan bisa merebut pencinta tokoh Doraemon. Yang sudah kadung meresap di hati penggemarnya. Demikian dinyatakan rumah produksinya. Bahkan bahasa pengantar Jepang diyakini tidak terlalu mengendala pada cara penikmatan penontonnya yang multi bahasa.
Meski di sejumlah film Doraemon lainnya, yang telah didistribusikan oleh perusahaan film Toho, tidak semua versi filmnya berhasil. Tapi sebagian besar, tetap mampu meraup untung. Seperti film Doraemon: Nobita's Dinosaur (1980), Doraemon: The Records of Nobita, Spaceblazer (1981), Doraemon: Nobita and the Haunts of Evil (1982), Doraemon: Nobita and the Castle of the Undersea Devil (1983), Doraemon: Nobita's Great Adventure into the Underworld (1984) dan masih banyak lagi.
Hingga versi yang terkini, Doraemon: Nobita's the Legend of the Sun King (2000), Doraemon: Nobita and the Winged Braves (2001), Doraemon: Nobita in the Robot Kingdom (2002), Doraemon: Nobita and the Windmasters (2003), Doraemon: Nobita in the Wan-Nyan Spacetime Odyssey (2004). Belum lagi sejumlah versi film pendeknya yang sangat banyak itu.
Yang pasti di film terkininya, petualangan Doraemon tetap akan memenangkan tokoh protagonis. Dengan rumusan menempatkan budi pekerti sebagai juara sejati.
(Benny Benke/CN38)
Nah dari lansiran berita diatas udah kebayang kan sedihnya ending dari perjalanan cerita doraemon dan nobita. Semoga film ini mampir ke Indonesia juga yaa.. dan kabar baiknya sih Blitzmegaplex akan menayangkan film ini, dan kemungkinan akan tayang di bulan Desember walaupun masih tentative.
Hmm.. masih lama juga yaa? buat yang udah gak sabar nunggu film ini berarti harus lebih sabar lagi yaa...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar